Together Provide Innovation and Wellness

Pre-Front Engineering Design (Pre-FEED) untuk Plan of Development (POD)

Abstrak

Plan of Development (POD) atau Proposal Pengembangan adalah rencana pengembangan lapangan minyak dan gas dalam suatu Wilayah Kerja. Sebelum pembahasan POD diperlukan tahap perumusan dan pemilihan dari rekayasa desain Fasilitas Produksi sesuai dengan kaidah teknis, safety dan aspek lingkungan yang baik untuk menghasilkan beberapa sekenario pengembangan lapangan beserta perkiraan biaya yang disebut dengan Pre-Front Engineering Design (Pre-FEED). Dalam penyusunan Pre-FEED, beberapa skenario fasilitas produksi dibuat dan kemudian akan dipilih dalam tahap pembahasan Plan of Development (POD).

Pengertian Pre-FEED untuk POD

Plan of Development (POD) merupakan proses pendahuluan yang diperlukan untuk menyusun rencana pengembangan lapangan Minyak dan Gas Bumi sebelum menyampaikan dokumen POD. POD terdiri dari dua (2) jenis, yaitu:

  1. POD Pertama (POD I)

Merupakan rencana pengembangan lapangan yang pertama dalam suatu Wilayah Kerja. Adapun ketentuan usulan pada POD I :

  • POD I wajib mendapatkan persetujuan Menteri ESDM berdasarkan pertimbangan dari SKK Migas.
  • Persetujuan POD I menandakan perubahan status Wilayah Kerja dari periode Eksplorasi menjadi periode Eksploitasi.
  • Jika terdapat perubahan POD I, maka usulan yang disampaikan untuk persetujuan Menteri ESDM adalah mengenai aspek yang berubah beserta perhitungan keekonomian secara keseluruhan berdasarkan perubahan tersebut.
  1. POD Kedua dan seterusnya (POD Selanjutnya)

Merupakan rencana pengembangan satu atau lebih lapangan berikutnya dari struktur yang berbeda dari persetujuan POD sebelumnya di dalam suatu Wilayah Kerja Eksploitasi. Adapun ketentuan usulan POD kedua dan seterusnya :

  • POD Selanjutnya adalah rencana pengembangan satu atau lebih lapangan berikutnya dari struktur yang berbeda dari persetujuan POD sebelumnya di dalam suatu Wilayah Kerja Eksploitasi.
  • POD Selanjutnya wajib mendapat persetujuan Kepala SKK Migas.
  • POD Selanjutnya untuk kegiatan Secondary and Tertiary Recovery didasarkan pada tambahan hasil produksi dari upaya Secondary and Tertiary Recovery.

Berdasarkan PTK-037/SKKMA0000/2018/S0 tentang Plan of Development, buku POD terdiri dari empat belas (14) bab, yang ditunjukkan oleh tabel berikut.

Table 1 Isi Buku POD

Bab 6 buku POD (“Production Facilities”) menjelaskan secara menyeluruh Fasilitas Produksi yang akan dibangun berikut peralatan utama dan kapasitasnya. Bab ini menggunakan basis hasil studi Pre-FEED/conceptual engineering design.

Penjelasan mengenai fasilitas produksi terdiri dari hal-hal berikut.

Gambar 1 Cakupan Penjelasan Fasilitas Produksi/Pre-FEED

Beberapa Hal yang Perlu Menjadi Perhatian pada Pre-FEED untuk POD

Berdasarkan beberapa pengalaman dalam menyusun Pre-FEED khususnya untuk keperluan POD, ada hal-hal yang perlu menjadi perhatian:

  1. Opsi-opsi skenario pengembangan subsurface dan pengembangan fasilitas produksi permukaan (surface facility) harus terdiri dari beberapa skenario agar SKK Migas dapat melihat perbandingan opsi yang ada.
  2. Skenario pengembangan perlu dirancang mengikuti profil produksi agar keekonomian dapat menarik.
  3. Pembeli potensial dan spesifikasi produk yang disyaratkan oleh pembeli potensial perlu diketahui agar fasilitas produksi dapat dirancang memenuhi persyaratan spesifikasi produk tersebut.
  4. Rencana on stream fasilitas perlu diperhatikan secara seksama karena sangat mempengaruhi keekonomian.
  5. Beberapa skema pengadaan fasilitas perlu mempertimbangkan kemungkinan sewa fasilitas, skema EPC (fasilitas permanen), dan skema Built Own and Operate (BOO).
  6. Aspek sosial perlu diperhatikan.

Status POD Beberapa Lapangan Migas

Proyek LNG Lapangan Abadi di Blok Masela

Revisi POD I Proyek LNG Lapangan Abadi di Blok Masela telah ditandatangani oleh Kepala SKK Migas pada tanggal 5 Juli 2019 lalu [2]. Revisi POD ini berdasarkan pengembangan LNG di darat dengan produksi LNG 9,5 juta ton per tahun dan memasok penyediaan gas untuk lokal melalui jalur pipa. Untuk kondensatnya, mencapai sekitar 35.000 barel kondensat per hari. SKK sendiri menargetkan blok Masela akan mulai produksi pada 2027 [3].

Gambar 2 Lokasi Proyek LNG Abadi [4]

Proyek Indonesia Deep Water Development (IDD) Tahap II

Pembahasan revisi POD proyek Indonesia Deep Water Development (IDD) tahap II belum juga selesai. Pemerintah dan operator proyek yaitu Chevron Pacific Indonesia masih berkutat pada soal bagi hasil migas [5]. Proyek ini memiliki rencana kapasitas terpasang sebesar 1,1 miliar kaki kubik gas alam dan 47.000 barel kondensat per hari.

Proposal rencana pengembangan proyek (Plan of Development/PoD) berganti-ganti seiring dengan fluktuasi harga minyak dunia, dari US$ 6,9 miliar meroket ke US$ 12 miliar, lalu terus turun hingga menjadi US$ 5 miliar pada tahun lalu [6].

POD Sumur NGU-1X PT Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK)

Operasi pengembangan gas sumur Nglobo Utara (NGU)-1X, di Lapangan Kemuning Blok Alas Dara Kemuning (ADK) Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih menunggu dan belum keluar persetujuannya dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) [7]. Sumur tersebut diketahui telah selesai dibor pada tahun 2017 lalu oleh Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK).

Kapasitas gas yang dihasilkan sebesar 3,5 MMSCFD dan kapasitas liquid (condensate dan water) yang dihasilkan sebesar 182 BPD.

Layanan Penyusunan Pre-FEED

PT. Reka Elang Inovasi adalah perusahaan yang bergerak di bidang konsultansi, khususnya di sektor energi.

Pengalaman dalam menyusun dokumen Pre-FEED, khususnya untuk keperluan POD, dapat mendorong POD yang baik. Jika Anda memerlukan jasa Konsultan Pre-FEED atau memerlukan diskusi lebih lanjut terkait Pre-FEED, mohon hubungi kami di info@rekaelanginovasi.co.id.

Jika ada bermaksud untuk menyusun Pre-FEED, Anda dapat mengisi formulir diskusi berikut untuk dikirimkan kepada kami. Selanjutnya kami akan menghubungi Anda dalam waktu maksimal 2×24 jam.

Download

Referensi

  1. Pedoman Tata Kerja No : PTK-037/SKKMA0000/2018/S0, tentang Plan of Development (POD)
  2. Revisi POD Kelar, Ini Potensi Blok Gas Raksasa Masela, https://www.cnbcindonesia.com/news/20190715202542-4-85140/revisi-pod-kelar-ini-potensi-blok-gas-raksasa-masela (tanggal akes 5 Agustus 2019)
  3. Jonan Lapor Jokowi soal Pengembangan Blok Masela https://money.kompas.com/read/2019/07/17/153821926/jonan-lapor-jokowi-soal-pengembangan-blok-masela (tanggal akses 5 Agustus 2019)
  4. INPEX Signs Head of Agreement on Abadi LNG Project with Indonesian Authorities https://www.inpex.co.jp/english/news/pdf/2019/e20190617.pdf (tanggal akses 5 Agustus 2019)
  5. Pembahasan POD Proyek IDD Masih Berkutat pada Bagi Hasil Migas https://katadata.co.id/berita/2019/07/30/pembahasan-pod-proyek-idd-masih-berkutat-pada-bagi-hasil-migas (tanggal akses 5 Agustus 2019)
  6. Investasi Capai Rp 70 T, Ini Profil Megaproyek Gas Laut Dalam https://www.cnbcindonesia.com/news/20190725100940-4-87449/investasi-capai-rp-70-t-ini-profil-megaproyek-gas-laut-dalam (tanggal akses 5 Agustus 2019)
  7. POD Sumur NGU-1X Belum Keluar Persetujuan Kementerian ESDM http://www.suarabanyuurip.com/kabar/baca/pod-sumur-ngu-1x-belum-keluar-persetujuan-kementerian-esdm (tanggal akses 5 Agustus 2019)
Contact Info